IHT Pendampingan Implementasi Kurikulum 13

Diposting pada: 2016-11-20, oleh : Zainuddin Saleh, Kategori: Informasi Sekolah

Pada tanggal 1 s.d. 6 Oktober 2016, SMA Negeri 2 Makassar menggelar agenda Kegiatan In House Training (IHT) tentang Kurikulum 2013 dan Implementasinya. Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah semua guru mata pelajaran. Adapun tujuan IHT ini  salah satunya adalah pendampingan .

Secara khusus pendampingan memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Memberikan fasilitasi dalam implementasi Kurikulum 2013 pada  satuan pendidikan;
  2. Memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modeling), dan  pelatihan personal dan spesifik (coaching) untuk hal-hal spesifik  dalam implementasi Kurikulum 2013 secara tatap muka dan  online;
  3. Membantu memberikan solusi kontekstual dalam menyelesaikan  permasalahan yang dihadapi saat implementasi Kurikulum 2013 di  sekolah masing-masing.
  4. Membangun budaya mutu sekolah melalui penerapan kurikulum  secara inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

 

  • Pengertian Pendampingan

Pendampingan adalah proses pemberian bantuan penguatan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diberikan Guru Inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah kepada Guru Sasaran satuan pendidikan yang melaksanakan Kurikulum 2013.

  • Pemberi Pendampingan

Pendampingan implementasi Kurikulum 2013 di SMP, SMA, dan SMK dilaksanakan oleh Guru Inti, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Pembina, baik di satuan pendidikan maupun di Musyawarah Guru Mata Pelajaran.

  • Penerima Pendampingan

Guru Sasaran yang telah mendapatkan pelatihan awal untuk melaksanakan Kurikulum 2013 untuk masing-masing satuan pendidikan SD, SMP, SMA, SMK

  • Pendampingan

Kegiatan pendampingan dilakukan di :

1. Lokasi satuan pendidikan dimana Guru Sasaran bertugas.

2. Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran

(MGMP)

  •    Prinsip Pendampingan

1.Kolegial: yaitu hubungan kesejawatan antara pemberi dan  penerima pendampingan. Dengan prinsip ini maka pengawas  sekolah, kepala sekolah, dan guru pemberi bantuan dan  pengawas, kepala sekolah, dan guru yang menerima bantuan  memiliki kedudukan setara, tidak satu lebih tinggi dibaningkan  lainnya.

2.Profesional: yaitu hubungan yang terjadi antara pemberi  pendampingan dan penerima pendampingan adalah untuk  peningkatan kemampuan profesional dan bukan atas dasar

hubungan personal.

 3.Sikap saling percaya: yaitu pengawas sekolah, kepala sekolah,  dan guru yang menerima pendampingan memiliki sikap percaya  kepada pemberi pendampingan bahwa informasi, saran, dan  contoh yang diberikan adalah yang memang dikehendaki  Kurikulum 2013.

4.Berdasarkan kebutuhan: yaitu materi pendampingan adalah  materi teridentifikasi sebagai aspek yang masih memerlukan  penguatan dan kegiatan penguatan akan memantapkan

pengetahuan dan ketrampilan penerima pendampingan.

5.Berkelanjutan: yaitu hubungan profesional yang terjadi antara  pemberi dan penerima pendampingan berkelanjutan setelah  pemberi pendampingan secara fisik sudah tidak lagi berada di  lapangan, dilanjutkan melalui e-mail, sms, atau alat lain yang  tersedia.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id