SEKILAS INFO
: - Monday, 17-06-2019
  • 2 minggu yang lalu / E-mail resmi SMADA adalah : mail@sman2makassar.sch.id
  • 2 minggu yang lalu / Contact Person panitia PPDB SMADA 2019 085242174122 ; 081355687243 ; 081355607616
Siswi SMAN 2 Makassar Juara kontes komik UNICEF

elajar SMAN 2 Makassar, Rizka Raisa Fatimah Ramli, juarai kontes komik yang diselenggarakan UNICEF untuk lawan bullying bagi anak-anak.Instagram: Unicef

Pelajar SMAN 2 Makassar, Sulawesi Selatan, Rizka Raisa Fatimah Ramli (17) dinobatkan sebagai juara pertama dalam kontes komik yang diselenggarakan Badan PBB yang bergerak di bidang anak, United Nation Children’s Fund (Unicef).

Karya Rizka mengalahkan 3.615 karya dari 130 negara yang ikut serta.

Adapun pengumuman pemenang kontes komik ini diunggah dalam post di Instagram resmi Unicef, @unicef pada Minggu (13/1/2019).

Dalam unggahan itu, diumumkan bahwa karya Rizka dengan superhero bernama “Cipta” memenangkan juara pertama dari hasil voting periode 16-25 November 2018.

Digambarkan juga karakter Cipta ini seorang gadis remaja, berambut coklat pendek yang menggendong tas ransel dan menyarankan seorang anak untuk mengekspresikan masalahnya dalam sketchbook.

Tanggapan Unicef

Awalnya pihak Unicef menyelenggarakan kontes komik ini dalam rangka kampanye global #ENDViolance untuk membantu mengeliminasi tindak kekerasan yang dialami anak-anak dan remaja.

“Unicef mengadakan kontes ini tanpa syarat dan ketentuan yang spesifik, namun tema yang ditentukan adalah anti-bullying dan stop violance terhadap anak-anak baik di lingkungan sekolah atau tempat tinggalnya,” ujar Humas Unicef, Kinanti Pinta Karana saat dihubungi Kompas.com pada Senin (14/1/2019).

“Tema juga spesifik ‘melawan’ The Silencer (bully) atau Si Pembungkam,” kata dia.

Selain itu, dalam penyelenggaraan kontes komik tingkat dunia ini, Unicef bekerja sama dengan organisasi kemitraan Unicef yang bergerak di bidang kreativitas komik, Comic Uniting Nations.

Pembuatan “Cipta”

Sementara, Rizka mengaku telah menyukai mengambar sejak ia duduk di sekolah dasar.

“Saya suka menggambar sejak SD dan mulai serius menggambar pas SMP,” ujar Rizka saat dihubungi Kompas.com pada Senin (14/1/2019).

Menurut Rizka, ide pembuatan tokoh “Cipta” terinspirasi dari tokoh Velma (Scooby-Doo), Dora (Dora The Explorer), dan Chara & Frisk pada game Undertale by Tobifox.

“Pihak Unicef meminta desain karakter, plot cerita, dan nama superhero. Jadi Cipta itu punya kekuatan superhero yang bisa membuat dan mengendalikan gambar-gambar yang ia buat,” ujar Rizka.

Ia pun mengungkapkan ide kekuatan super yang dimiliki “Cipta” terinspirasi dari kartun Nickelodeon’s Chalk Zone dan SpongeBob SquarePants dalam episode pensil ajaib yang menciptakan tiruan SpongeBob yang jahat bernama “DoodleBob”.

Untuk proses pembuatan karya ini, Rizka menggunakan alat gambar, seperti pensil, marker, penghapus, dan rautan pensil. Ia juga dibantu oleh alat sketching eletronik Wacom, dan software Mediabang dan PhotoShop.

Karena tema yang diberikan seputar kekerasan sosial atau bullying, Rizka pun mencoba mengingat-ingat beberapa hal yang pernah ia alami, misalnya ketika ia mengalami senioritas saat menjadi murid baru, dan beberapa perlakuan kakak kelas yang kurang baik.

Rizka pun masih mengaku ada kesulitan ketika menciptakan Cipta.

“Proses paling susah itu buat menentukan nama dan kekuatan supernya,” ujar Rizka.

Ia mengatakan, harapannya melalui karyanya bisa memotivasi anak muda agar bisa percaya diri untuk jujur.

“Saya harap semoga dalam komik ini, anak muda seperti saya bisa berani buat speak up buat diri sendiri. Karena jika kalian tidak bisa menceritakannya, kalian bisa mengutarakan melalui tulisan atau gambar,” ujar Rizka.

Berdasarkan unggahan akun Unicef, karya Rizka akan dicetak dan disebarluaskan di 100.000 sekolah di seluruh dunia.

Penulis: Retia Kartika Dewi

Editor: Bayu Galih

Copyright Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR